EKSPOSISI KITAB RUT

EKSPOSISI RUT 3  (Oleh: Gulang Wibisono, S.Th.)

Rut

Rut adalah seorang wanita Moab menantu Naomi yang kelak menjadi nenek moyang Yesus (Matius 1:5). Dalam Alkitab Ibrani dimasukkan golongan tulisan (Ketubim) dan termasuk Megiloth (gulungan Syair).
Penulis Kitab

Siapa yang menulis juga tidak jelas, ada yang memperkirakan Samuel, adapula yang mengatakan bahwa para jurutulis istana Daudlah yang menyusunnya.

Waktu Penulisan

Ayat (1:1) menimbulkan kesan terjadi pada saat pemerintahan Hakim-hakim dimana keadaan rohani Israel merosot sekali, hingga sifat kasih yang diceritakan kitab ini menunjukkan kontras yang nyata sekali.

Tanggal Penulisan: Perkiraan abad ke-10 SM. Waktu penulisannya juga tidak terlalu jelas, mungkin terjadi lama sesudah waktu kejadiannya (Rut 4:7), dan menurut (Rut 4:17-22) dimana silsilah ditulis sampai dengan raja Daud, kemungkinan ditulis pada waktu Daud sudah menjadi raja menggantikan Saul dan para Hakim-Hakim.
Latar Belakang

Secara historis, kitab ini menguraikan berbagai peristiwa dalam kehidupan suatu keluarga Israel pada zaman para hakim (Rut1:1; sekitar 1375-1050 SM). Secara geografis, latar belakang 18 ayat pertama kitab ini adalah di tanah Moab (di sebelah timur Laut Mati). Sisa kitab ini terjadi dekat atau di Betlehem di Yehuda. Secara liturgis, kitab ini menjadi salah satu dari limagulungan dari bagian ketiga Alkitab Ibrani, yaitu _Hagiographa_ (“Tulisan-Tulisan Kudus”). Tiap-tiap tulisan ini dibacakan di depan umum pada salah satu hari raya Yahudi tahunan. Karena drama inti dalam kitab ini terjadi pada waktu panen, kitab ini biasanya dibaca pada Hari Raya Panen (Pentakosta).

Karena kitab ini hanya merunut keturunan Rut sampai Raja Daud (Rut 4:21-22), mungkin sekali kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Daud. Penulis kitab ini tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, sekalipun tradisi Yahudi (mis. Talmud) menyebutkan Samuel sebagai penulisnya.
Tujuan
Rut ditulis untuk menguraikan bagaimana melalui kasih yang berkorban dan pelaksanaan hukum Allah yang benar, seorang wanita muda Moab yang saleh menjadi buyut raja Israel, Daud. Kitab ini juga ditulis untuk melestarikan sebuah kisah indah dari zaman hakim-hakim mengenai sebuah keluarga saleh yang kesetiaannya dalam penderitaan sangat kontras dengan kemerosotan rohani dan moral yang umum di Israel pada masa itu.
Survai
Kisah kasih yang menebus ini dibuka dengan Elimelekh yang meninggalkan Yehuda dan menetap di Moab karena bencana kelaparan (Rut 1:1-2). Kesengsaraan terus mendampingi Elimelekh ketika ia dan kedua putranya wafat di Moab (Rut 1:3-5), serta meninggalkan istri mereka sebagai janda. Kemudian kisah ini dilanjutkan dengan empat periode utama.

(1) Naomi (janda Elimelekh) dan menantunya yang saleh, Rut, kembali ke Betlehem di Yehuda (Rut 1:6-22).

(2) Dalam pemeliharaan Allah, Rut menjumpai Boas, seorang sanak saudara Elimelekh yang kaya raya (pasal 2; Rut 2:1-23).

(3) Karena anjuran Naomi, Rut menyampaikan kepada Boas minatnya terhadap kemungkinan untuk menikah menurut hukum penebus-kerabat (pasal 3; Rut 3:1-18).
(4) Sebagai penebus-kerabat, Boas membeli tanah milik Naomi dan menikahi Rut. Rut melahirkan seorang putra bernama Obed — kakek Daud (pasal 4; Rut 4:1-22). Kitab ini mulai dengan kemalangan yang suram, tetapi berakhir dengan penyelesaian yang indah — bagi Naomi, Rut, Boas dan Israel.

RUT 3:1-18

Dalam Pasal 1, Naomi dan Rut mengalami saat-saat yang sangat gelap dalam kehidupan mereka. Pasal 2, muncul titik terang dalam kehidupan mereka, yaitu dengan munculnya dan tertariknya Boas kepada Rut. Naomi melihat titik terang itu, dan ia yakin itulah kehendak/rencana Allah. Karena itu dalam Rut 2:19-20; maka berkatalah mertuanya kepadanya: “Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!” Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: “Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.” Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: “Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.” Lagi kata Naomi kepadanya: “Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.”

Naomi memuji Tuhan. Kesempatan inilah yang harus diraih untuk kebahagiaan dan keberlangsungan kehidupan keluarga mereka.
I. DIKENALKAN OLEH MERTUANYA

            Dalam 3:1-5 kita nampak bahwa Naomi menginginkan kebahagian dan keberlangsungan nama keluarga mereka. Rut dikenalkan oleh mertuanya Naomi kepada Boas kaum keluarganya sendiri.

A. Untuk Mencari Tempat Perlindungan bagi Rut

Dalam ayat 1 Naomi berkata kepada Rut, “Anakku, apa­kah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?.

B. Mengarahkan Apa yang akan Dilakukan Rut

Naomi menasehatkan apa yang akan dilakukan Rut (ay. 2-4; Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan; maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.”). Dia memberi tahu untuk membersihkan dirinya, mengurapi dirinya, mengenakan pakaian yang terbaik, dan pergi ke tempat pengirikan di mana Boas, sanak ke­luarganya, menampi jelai. Selanjutnya Naomi mengarahkan Rut untuk jangan sampai ketahuan orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Kemudian Naomi memberi tahu dia untuk perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian dekatilah, dan singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Naomi menutup perkataannya dengan memberi tahu dia bahwa Boas akan memberitahukan apa yang harus dia lakukan.

C. Ketaatan Rut

            Rut berjanji menaati mertuanya, katanya kepada dia, “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan” (ay. 5). Rut sangat menghargai Naomi, sehingga Rut mentaati apa yang dismpaikan kepadanya. Ketaatan kepada diperlukan, agar sesuatu dapat dicapai.

 

 

II. DILAKSANAKAN OLEH RUT

A. Menurut Perintah Mertuanya

            Rut pergi ke tempat pengirikan dan melakukannya tepat seperti yang diperintahkan mertuanya (ay. 6). Dalam ay 5-7 terlihat bahwa Rut mentaati nasehat Naomi dan berbuat persis seperti yang dikatakan oleh Naomi.

B. Mendekati Boas

            Ayat 7 sampai 9 memberi satu catatan bagaimana Rut mendekati Boas.

Dalam ay 8 dikatakan bahwa Boas terkejut, lalu bangun. Lalu dikatakan bahwa Boas ‘meraba-raba sekelilingnya’. Ini salah terjemahan. Seharusnya terjemahannya adalah ‘he turned’ (= ia berbalik).

Setelah Boas terbangun dan bertanya: “Siapakah engkau?”, maka Rut menjawab dalam ay 9:

  • Rut menyebut dirinya sendiri sebagai ‘hamba’. Ini lagi-lagi menempatkan diri dalam posisi yang rendah. Rut tidak bersikap seakan-akan ia berhak untuk ditebus oleh Boas, tetapi ia menunjukkan sikap sebagai seorang pemohon.
  • ’Kembangkanlah sayapmu’. Kata ‘sayap’ bisa diartikan 2 macam:

a. sayap burung. Arti: minta perlindungan

b. kain penutup tempat tidur yang menyelimuti suami istri

Tidak jadi soal yang mana arti yang benar, tetapi kata-kata Rut itu jelas artinya. Ia memohon supaya Boas menjadi pelindung bagi dirinya.

Ternyata Rut mendekati Boas berdasarkan jalan yang ditetapkan Allah (Im. 25:25; Ul. 25:5-10) Allah memberkati pertemuan mereka.

 

III. RESPON BOAS

            Dalam Rut 3:10-15 kita nampak bahwa Rut disetujui/diterima oleh Boas.

A. Pujian Boas

            Ketika Rut mengenalkan dirinya dan meminta Boas untuk menebarkan selimutnya kepada dia, ia berkata dalam ayat 10-11, Diber­katilah kiranya engkau oleh Tuhan, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya”. Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

            Mula-mula Rut menunjukkan kasih kepada Naomi. Sekarang, ia menunjukkan sikap bertanggung jawab kepada keluarga, yang ia tunjukkan dengan tidak mengejar-ngejar ‘orang muda’ (= choice men = orang pilihan / hebat), tetapi memilih ‘penebus’ yang jauh lebih tua.

’setiap orang dalam kota kami tahu bahwa engkau seorang perempuan baik-baik’. Kata Ibrani yang diterjemahkan ‘baik-baik’ adalah חַיִל = chajil yang arti sebetulnya adalah ‘kaya’ (misalnya dalam Rut 2:1), tetapi disini bisa diartikan ‘berharga’

Dari kata-kata Boas yang memuji-muji Rut ini terlihat dengan jelas bahwa Boas senang kepada Rut. Kalau ia tak senang kepada Rut, maka melihat tindakan Rut yang kelewat batas itu, pasti ia akan marah dan mengusir Rut

 

 

B. Kebijaksanaan Boas

            Kitab Rut pasal tiga menyajikan satu evaluasi tertinggi Boas. Pasal ini menunjukkan bahwa ia bermoral tinggi (ay. 8-11), ia murni dalam ber­tingkah laku (ay. 14), ia bijaksana dalam keputusan (ay. 12-13), dan bahkan ia setia dalam melaksanakan ketentuan Allah (Im. 25:25; Ul. 25:5-10).

Ketika boas mengalami peristiwa ini, Boas tidak pasif saja, tetapi ia meresponinya dengan baik.

Namun demikian, Boas meresponinya dengan memperhatikan ‘aturan mainnya’ (ay 13)

    • ’penebus’. Sdr suami harus mengawini jandanya. Kalau tak ada sdr, maka keluarga suami yang terdekatlah yang harus melakukan hal itu
    • Ada urut-urutan dalam menebus. Keluarga yang lebih dekat, lebih berhak dalam menebus
    • Boas tak mau melanggar hak dari keluarga yang lebih dekat itu
    • Kalau orang itu tidak mau menebus, Boas bersumpah (untuk memberi kepastian kepada Rut), bahwa ialah yang akan menebus.

 

B. Tanda Perhatian  Boas

            Ayat 14 dan 15 kita nampak perhatian Boas ter­hadap Rut.

Selanjutnya, Boas lalu berkata kepada Rut dalam ayat 14;  Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: “Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan.”

Ayat itu menunjukkan bahwa Boas tak hanya memperhatikan kesucian di hadapan Allah saja, tetapi juga di hadapan manusia. Boas menasehatkan seperti itu, karena ia tak mau nama baik Rut menjadi tercemar, karena ia melihat adanya kemungkinan Rut diambil menjadi istri oleh penebus yang lain (yang lebih berhak dari Boas). Sebetulnya, kalau nama baik Rut tercemar, maka lebih kecil kemungkinannya bahwa penebus yang lebih dekat itu mau menebus, sehingga lebih besar kemungkinannya bagi Boas untuk bisa meenjadi penebus bagi Rut.
Kemudian ia berjanji untuk melakukan semua yang telah dia katakan. Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa walaupun ia seorang kaum yang wajib menebus tetapi masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari pada­nya. Boas selanjutnnya berkata bahwa bila penebus yang satu ini tidak mau menebus Rut, maka ia yang akan me­lakukannya bagi dia.

Ayat 15; Lagi katanya: “Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu.” Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota. Boas memberi enam takar jelai kepada Rut sebagai tanda perhatian, tidak hanya Rut tetapi juga kepada mertuanya Naoni. Menunjukkan Boas ingin memberi perhatian kepada seluruh keluarga yang akan ditebusnya.

IV. LAPORAN RUT KEPADA MERTUANYA

            Menurut ayat 16 sampai 18 Rut memberi laporan kepada mertuanya.

A. Kabar Baik

            Ayat 16-17 menyatakan;  Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: “Bagaimana, anakku?” Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya, serta berkata: “Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa.”

Rut melaporkan kabar baik mengenai segala yang Boas telah lakukan kepadanya. Khususnya, dia membicarakan enam takaran jelai yang telah ia berikan kepadanya.

B. Respon Naomi

            Ayat 18;  Lalu kata mertuanya itu: “Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga.”

Ayat ini mewahyukan pengharapan mertuanya. Naomi memiliki harapan bahwa Boas akan melaksanakan janjinya. Naomi mengajak menunggu apa yang akan dilakukan Boas sesuai dengan tradisi yang ada.

Pelajaran Bagi kita:

  • Jangan sia-siakan kesempatan yang baik dalam hidup kita.
  • Perlunya orang lain untuk memotivasi dan mengarahkan kita.
  • Melaksanakan strategi/program yang sudah disusun.
  • Perlunya kebijaksanaan untuk  mengambil tindakan.
  • Menunggu Janji Tuhan dengan sabar.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kitab-Kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama (David M. Howard Jr.).
  2. Pengantar Perjanjian Lama 1 Taurat dan Sejarah (W.S. Lasor, D.A. Hubbard, F.W. Bush).
  3. Pelajaran Hayat Kitab Rut, “Yayasan Perpustakaan Injil Indonesia”, Surabaya, 2008.

 

About STTJKI

SUCI, IMAN, AKADEMIS, PRAKTIS

Posted on October 14, 2011, in TAFSIR PL. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: