DAMAI SEJAHTERA (Refleksi Yeremia 29 : 1-15)

Oleh : Ira T. Utary, S.Th.
“Berkat Allah” terhadap bangsa pilihan Allah juga umat manusia secara keseluruhan sebenarnya sudah dijanjikan di Perjanjian Allah dengan Abraham (kej. 12 : 3), janji Allah untuk memberkati Abraham dan keturunannya dan semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat memang akhirnya digenapi dengan sempurna dalam kehadiran Kristus sebagai Mesias. Namun dalam penggenapan perjanjian tersebut Allah ingin umat PilihanNya tetap menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi termasuk bagi bangsa Babel ketika di pembuangan.
Menjadi berkat bukanlah hal yang mudah apalagi kalau sedang mengalami penderitaan. Namun Yeremia dalam suratnya kepada umat Allah yang ada di pembuangan menyampaikan perintah Allah kepada umatNya agar mereka “mengusahakan damai sejahtera kota tempat mereka dibuang” (Yer. 29:7). Damai sejahtera yang diberikan Allah kepada umatNya sekalipun di pembuangan menjadi alasan utama umatNya dapat mengusahakan damai sejahtera bagi kota, seperti ungkapan dalam Alkitab “Jadilah tenang supaya bisa berdoa” juga “perlu berdoa untuk bisa tenang.” Maka perlu memiliki damai sejahtera untuk dapat mengusahakan damai sejahtera.
“Damai sejahtera” yang merupakan rancangan Allah yang sempurna diberikan (dihadiahkan) kepada umat pilihanNya (Yer. 29:11), dan perintah Allah yang mengikuti pemberian tersebut agar kesejahteraan kota dimana umat pilihanNya tinggal menjadi tanggung jawab dari umatNya. Berkat Allah berupa damai sejahtera dihadiahkan Allah kepada umat pilihanNya agar dapat mengusahakan damai sejahtera bagi bangsa Babel sekalipun, sehingga dapat memberkati lingkungan tempat umat tersebut berada, sekalipun di pembuangan. Disinilah perjanjian Allah dengan Abraham bahwa keturunannya akan diberkati dan menjadi berkat tergenapi, dan disempurnakan dengan kedatangan Kristus sebagai Mesias. Damai sejahtera adalah pemberian (gift) dari Allah yang sudah dirancang (didesign) Allah secara sempurna untuk umat pilihanNya. Di masa kini Allah memberi mandat yang sama juga kepada orang percaya agar menjadi berkat bagi masyarakat. “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (Filipi 4:5) menjadi satu perintah yang perlu diingatkan terus kepada orang percaya untuk dilakukan sehingga orang percaya dapat menjadi berkat baik bagi keluarga, Gereja, lebih lagi bagi masyarakat sekitar entah itu di lingkungan rumah, pekerjaan, sekolah, dsb.
Bercermin kepada keadaan umat Allah di pembuangan, kesulitan tidak boleh menjadi halangan untuk memberkati atau menjadi berkat bagi orang lain, terkadang orang percaya terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak punya waktu dan kesempatan untuk memperhatikan apalagi memberkati orang lain. Menjadi berkat dimulai dengan mendoakan diteruskan dengan melakukan sesuatu untuk sekitar.
Hukum “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39) menjadi dasar bagi orang percaya untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain sekalipun orang tersebut tidak layak dikasihi. Bagi umat Allah di pembuangan tidaklah mudah untuk mendoakan dan menjadi berkat bagi bangsa Babel yang sudah mengalahkan bangsanya dan menawan mereka di pembuangan di Babel (band. Roma 12 : 21).
Tidak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak berbuat baik, berdoa dan menjadi berkat bagi orang yang berbuat jahat kepada orang percaya sekalipun. Seperti umat Allah di Babel, undang-undang atau golongan masyarakat yang terang-terangan membedakan atau menentang orang percaya dapat menjadi alat atau sarana yang dipakai Allah untuk menunjukkan bahwa dalam keadaan apapun orang percaya dapat menjadi berkat, memberikan damai sejahtera dan kesejahteraan karena sudah lebih dulu merasakan damai sejahtera sebagai pemberian atau hadiah dari Allah (band. Roma 8:28). Amien.

About STTJKI

SUCI, IMAN, AKADEMIS, PRAKTIS

Posted on October 21, 2011, in REFLEKSI. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. artikel yang bagus pak… nek bisa link blog”s stjki di bagikan ke temen alumni biar ada pengunjungnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: