MANAJEMEN DIRI

Pengaturan Waktu dan Stamina dalam Studi

Yohanes 17:4

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

Seperti Yesus kita juga mendapat mandat untuk menyelesaikan setiap tugas kita dalam hidup ini.  Oleh sbab itu Tuhan memberikan waktu kepada kita agar digunakan dengan sebaik mungkin.

Efesus 5: 15-16” karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlag seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Semua orang mendapat jumlah jam yang sama, menit yang sama, detik yang sama. Namun mengapa ada orang yang sukses dan tidak? Dunia rupanya tidak mendukung kita untuk menggunakan waktu secara bijaksana terutama untuk tujuan rohani. Waktu merupakan kesempatan bagi kita untuk memakainya sebagai persiapan menuju kehidupan kekal. Dalam satu waktu orang bisa memilih untuk menggunakan dengan bijak atau sebaliknya. Namun waktu kita sesungguhnya amat singkat (Yak. 4:14) dan tidak akan ada kesempatan kedua.

Secara matematis, kita diajak memikirkan apa yang sudah kita capai di usia kita. Orang tua mengatakan bahwa saya sudah mendekati tutup usia. Namun yang terpenting adalah bukan melihat tutup usia, tetapi bagaimana mengisi hidup itu dengan hal-hal positif dan membangun.

Roma 14:12 “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”

Lyndon Johnson, ‘yesterday is not ours to recover, but tommorow is ours to win or to lose.’

Apa perbedaan seorang pemenang dengan seorang pecundang.

Pemenang mengambil bagian dalam mencari jawaban, pecundang adalah orang yang ambil bagian dalam masalah. Pemenang selalu memiliki program, pecundang selalu mencari pemakluman. Pemenang berkata,”biar saya bantu anda mengerjakannya,” sedangkan pecundang,” itu bukan urusanku”. Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap perkara, pecundang melihat maslaah dalam segala jawaban. Pemenang berkata’”mungkin ini hal yang sulit, tapi tetap ada kemungkinan.” Pecundang berkata,” memang ada kemungkinan tapi terlalu sulit dikerjakan.”

Seorang yang bijak akan selalu menciptakan peluang-peluang baru di saat tidak ada peluang itu.

Lalu bagaimana cara kita menggunakan waktu?

  1. Waspadalah terhadap hal yang tidak membuat fokus pada apa yang Anda kerjakan.
  2. Adakanlah kesempatan dalam memanfaatkan peluang/ ciptakan peluang.
  3. Komitmen terhadap prioritas itu.
  4. Tidak menunda-nunda pekerjaan.
  5. Utamakanlah kewajiban Anda daripada hak Anda.

Kalau Anda diberi pilihan: olah raga atau baca buku 2 jam. Pilih mana? Main face book atau mengerjakan tugas? Berbicara tentang orang lain atau diskusi mata kuliah?

Apa yang Anda temukan? Jika Anda lebih tahan ketika melakukan hal-hal yang tidak utama, artinya aNda belum memanfaatkan peluang dengan baik. Stamina studi menurun karena sudah terlalu lelah dengan hal-hal yang tidak begitu penting. Seringkah anda mendengar keluhan seseorang karena tugasnya banyak sekali. Seringkah Anda mendengar bahwa mereka kehabisan waktu? Benarkah demikian?

First thing first. Masukkanlah pasir dan batu-batuan dalam sebuah stoples. Anda akan mendapati kesulitan. Namun jika kita masukkan batu besar dulu maka kita akan punya space untuk pasir.

Experience makes perfect. Semakin sering kita mendisiplin diri kita maka kita  akan terbiasa dan menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan.

About STTJKI

SUCI, IMAN, AKADEMIS, PRAKTIS

Posted on July 17, 2012, in REFLEKSI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: